Pengikut

Kang Oem Edogawa. Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 10 Januari 2012

Sholat Berjamaah dan Munfarid

SALAT BERJAMA’AH DAN MUNFARID
A. Pengertian salat berjamaah dan munfarid
1. Salat berjamaah adalah salat yang di lakukan bersama-bersama oleh dua orang atau lebih. Salah seorang di antaranya menjadi imam, sedangkan yang lain menjadi makmum.
2. Salat munfarid adalah salat yang di lakukan sendirian. Caranya melakukannya sebagai mana di atur dalam ketentuan salat yang harus memenuhi syarat rukunnya salat.
B. Ketentuan salat berjamaah
Hukum menurut salat berjamaah menurut sebagian besar ulama’ adalah sunah mu’akadah, yakni sunah yang istemewa atau sunah yang sangat di anjurkan. Pahala yang di lipat gandakan sampai 27 kali pahala salat sendiri.
a. Syarat sah menjadi imam.
1. Imam laki-laki, ma’mumnya laki-laki boleh wanita.
2. Imam memiliki kemampuan membaca al-qur’an lebih bagus.
3. Imam adalah orang yang mengerti seluk beluk salaat.
4. Imam bukan orang yang di benci jamaah.
5. Imam tidak mengikuti yang lain/ tidak menjadi ma’mum.
6. Imam berdiri paling depan
7. Imam memerhatikan shaf/ barisan.
8. Imam hendaknya berniat menjadi imam.
b. Syarat sah menjadi ma’mum.
1. ma’mum berniat menjadi ma’mum.
2. ma’mum mengikuti gerakan imam.
3. ma’mum mengetahui gerakan imam.
4. ma’mum berada dalam satu tempat dengan imam.
5. Tempat berdiri ma’mum tidak boleh lebih depan dari imam.
6. Salat ma’mum harus sama dengan salat imam.
7. ma’mum tidak sah mengikuti imam yang telah di ketahui batalmnya salat.
8. ma’mum tidak boleh mendahului imam.
c. Masbuq.
Makmum ada dua, yaitu ma’mummuwafiq dan ma’mummasbuq.
ma’mummuwafiq adalah ma’mum yang dapat mengikuti imam secara sempurna, yakni menjadi ma’mum sejak pertama bersama imam.
ma’mummasbuq adalah ma’mum yang tidak sempat membaca surat Al-fatehah bersama imam pada rakkat pertama/ ma’mum yang terlambat datang, sementara imam sudah melakukan sebagiaan rukun salat.
d. Halangan salaat berjamaah.
1. Karena hujan yang menyusahkan perjalanan ke tempat berjamaah.
2. Karena sakit yang menyusahkan berjalan ke tempat berjamaah.
3. Karena lapar dan haus, sedangkan makanan sudah tersedia. Begitu juga ingin buang air besar/ kecil.
4. Sesuatu yang membawa kesulitan untuk menjalankan salat berjamaah.
e. Saf/ barisan berjamaah.
Ketentuan pengaturan saf salat berjamaah sbb :
1. Apabila ma’mum hanya seorang, ia berdiri dekat di belakang imam, agak ke kanan sedikit.
2. Apabila ma’mum terdiri dari 2 orang laki-laki, satu ma’mum berdiri di belakang imam sebelah kanan, dan yang satunya lagi di sebelah kiri imam.
3. Apabila ma’mum terdir atas laki-laki dan perempuan, laki-laki berdiri di saf paling depan, ma’mum perempuan di belakang saf laki-lakiagak jauh jaraknya.
4. Apabila ma’mum terdiri dari atas laki-laki dan perempuan dewasa, dan anak-anak baik laki-laki maupun perempuan, maka :
- Laki-laki dewasa berada di saf paling depan.
- Anak-anak laki-laki.
- Wanita dewasa.
- Anak-anak perempuan.
C. Keutamaan salat berjamaah.
Sabda Nabi SAW, “ Dari Abu darda’ ra. Berkata saya telah mendengar dari Rasulullah SAW bersabda, tiada terdapat tiga orang berkumpul di perkampungan, hutan, atau kota kota kemudian tidak di lakukan salat berjamaah melainkan mereka telah di jajah oleh syetan, kerena itu kerjakanlah olehmu salat berjamaah. Sesungguhnya serigala itu hanya dapat menerkam kambing yang jauh (menyendiri)dari kawan-kawannya.” (HR. Abu Dawud).

D. Mempraktekan Salat berjamaah dan Munfarid
Uraian berikut akan memberi penjelasan tentang tata cara melaksanakan salat berjamaah, sekaligus dapat di jadikan bahan diskusi.
1. Imam berdiri paling depan.
2. Imam mengatur barisan/ shaf jamaah.
3. Shaf jamaah, sesuaikan dengan ketentuan salat berjamaah.
E. Menunjukkan sikap menghayati hikmah salat berjamaah.
• Hikmah salat berjamaah :
- Membantu konsentrasi pikiran.
- Menambah semangat orang yang melakukan salat berjamaah.
- Bagi anak-anak akan mendapatkan pengalaman dan pelajaran melalui contoh pelaksanaan dan bacaan imam.
- Kenangan indah dalam beribadah bersama ibu, bapak, adik, dll.
- Membantu pendidikan dan latihan kepatuhan kepada pemimpin / imam.
- Menambah teman,baik dari tetangga maupun yang lain.
- Dapat saling menolong, sehabis solat berjamaah, kita dapat berbincang-bincang dengan jamaah yang lain.
- Masing-masing menyadari kesamaan derajat sesama hamba Allah SWT.
- Menambah semaraknya kegiatan agama yang berarti juga merupakan sarana da’wah islam.
• Menunjukkan sikap menghayati hikmah salat berjamaah.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada kita untuk melaksanakan salat berjamaah. Ini jelas karena di dalam salat beerjamaah mengandung banyak hikmah dalam kehidupan kita seperti di jelaskan di atas.
Dengan merenung dan menghayati hikmah-hikmah di atas tentu akan muncul satu keyakinan bahwa ajaran agama itu memang benar dan indah, alangkah niukmatnya manakala kita dapat mengamalkan dengan sebaik-baiknya.

0 komentar:

Poskan Komentar